Chat Admin

Blog

informasi seputar wisata dalam negeri & mancanegara


Sejarah Istana Topkapi Yang Perlu Kamu Ketahui

NOVEMBER 01, 2019 - ADMIN

Anda sudah pernah berkunjung ke Turki sebelumnya? Atau justru baru akan berencana ke sana di musim liburan ini? Bila belum pernah ke sana namun seminimalnya pernah mencari tahu tentang destinasi wisata di Turki, maka anda mungkin pernah mendengar nama “Istana Topkapi”. Ya. Bagaimana? Sudah ingat? Bagi anda yang belum pernah, tidak apa-apa. Pada artikel kali ini saya akan coba membahasnya secara terperinci. Jadi, ikuti saja artikel ini ya.


Istana Topkapi merupakan salah satu objek wisata sejarah yang terbesar sekaligus terkenal di Turki. Dahulu, Istana Topkapi merupakan tempat tinggal para Sultan dan tempat di mana Sultan Ustmani mengadakan acara-acara kenegaraan. Periode pembangunan Istana Topkapi adalah antara tahun 1466 sampai 1478. Istana Topkapi terletak pada sebuah bukit yang berada di sebuah semenanjung kecil di seberang bukit Galata yang diapit oleh perairan Golden Horn di Utara, laut Marmara di Selatan, dan selat Bosphorus di timur laut. Dari Istana Topkapi dapat dipandangi dengan jelas Turki bagian Asia, yaitu di seberang selat Bosphorus.


Pada masa lampau, yaitu pada periode antara abad ke-16 hingga ke-19, Istana Topkapi merupakan pusat pemerintahan Ustmani. Pembangunannya dimulai pada 1466 setelah Konstantinopel sudah berhasil ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih. Ketika proses pembangunannya berlangsung, Sultan Muhammad Al-Fatih tinggal di istana yang lebih kecil di mana terdapat Universitas Istanbul sekarang ini. Ketika selesai, maka Sultan pindah ke Istana Topkapi dan istana kecil tadi dipanggil sebagai “istana lama”. Penamaan Topkapi sendiri yang berarti “Gerbang Meriam” (Gate of Canons, dalam Bahasa Inggris), adalah karena terdapat meriam besar di depan gerbangnya. Meriam yang juga digunakan ketika penaklukan Konstantinopel.

<





style="text-align: justify;">
Pada mulanya, hanya terdapat sekitar 700-800 penghuni di Istana Topkapi ketika selesai dibangun. Namun, seiring berjalannya waktu, angka itu terus bertambah hingga mencapai 5000 orang pada hari normal, dan hingga 10.000 orang ketika diadakan festival. Di antara kesemuanya, penghuni terbanyak adalah Janissari, para pasukan elit pengawal pribadi Sultan. Karena hal itu, Istana Topkapi menjadi salah satu istana terbesar di dunia kala itu. Tembok yang mengelilingi Istana Topkapi mencapai panjang 5 kilometer dengan total luas area sekitar 700.000 m2. Namun kini, area itu sudah menyusut menjadi sekitar 80.000 m2 saja.


Selama operasionalnya yang berlangsung kurang lebih 400 tahun, tiap Sultan menambahkan bagian atau hall yang berbeda-beda pada Istana Topkapi, tergantung pada selera Sultan yang sedang memerintah atau kebutuhan pada masa itu. Hal ini membuat Istana Topkapi menjadi kompleks istana yang cukup rumit yang berpusat di sekitar halaman luas yang dilindungi oleh beberapa gerbang yang berbeda-beda. Arsitekturnya dominan gaya Timur Tengah dengan bangunan awal yang dibangun adalah Cinili Mansion dan gerbang utama, “The imperial gate” yang selesai pada 1472 yang tepat menghadap ke Hagia Sophia. Gerbang kedua yang “difortifikasi” selesai pada 1478. Gerbang yang ketiga, memisahkan bagian utama Istana dari bagian-bagian tambahan lain.


Istana Topkapi beralih fungsi menjadi museum atas perintah Mustafa Kemal Attaturk pada 1924 hingga sekarang. Ada banyak bagian dari Istana Topkapi yang dapat kita kunjungi sekarang, ini adalah hall ekshbisi yang tidak memiliki furniture sama sekali. Pada beberapa bagian hall juga, anda dilarang untuk mengambil gambar.

 

foto wisatalova