Chat Admin

Blog

informasi seputar wisata dalam negeri & mancanegara


Biaya Haji Biar Allah Yang Bayar

MARCH 05, 2020 - ADMIN

Keberangkatan haji tentunya memerlukan berbagai persiapan. Salah satu persiapan yang utama adalah persoalan ongkos naik haji. Dahulu, masyarakat Indonesia menyiapkan biaya haji dengan berbagai macam cara seperti menjual tanah, menabung, hasil pensiunan, dan berbagai macam usaha lainnya yang cenderung membuat masyarakat bisa berangkat pada umur yang relatif sudah di atas 50 tahun. Namun, pada dekade terakhir kebiasaan itu sudah mulai berkurang, kaum muda mulai tersadar untuk berangkat haji sedini mungkin. Seperti mempersiapkan niat dengan kuat, membuat tabungan khusus haji lebih awal, dan mulai melirik biro perjalanan haji dan umroh yang terpercaya. Hal ini dilakukan demi mempertimbangkan banyak hal kebermanfaatan untuk berhaji sewaktu masih muda.


Jika berbicara tentang biaya untuk naik haji, terkadang otak logis manusia tak bisa menolaknya. Karena banyak kejadian orang berangkat haji dengan hanya modal iman dan niat. Tahu – tahu sudah bisa saja berangkat haji. Seringkali kita mendengar, ada seorang bapak tua yang hasil kerjaannya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan di hari itu, bisa berangkat haji karena diajak oleh orang yang terpandang di kampungnya. Efek dari kesholehan dan mimpi yang besar untuk melaksanakan haji bapak tua yang terlihat oleh orang yang dermawan tersebut.


Ada lagi kisah guru ngaji yang ingin sekali berangkat ke tanah suci. Caranya adalah dengan menitipkan uangnya sama Allah dengan cara bersedekah. Jadi, setiap kali menerima hasil mengajar beliau selalu sisipkan setengahnya untuk bersedekah, selalu seperti itu. Dan tak diduga ternyata ada saja rezekinya beliau untuk tiba – tiba diundang untuk berangkat haji. Ada banyak kisah lain yang menceritakan tentang keajaiban rezeki ini. Bisa saja secara hitungan matematis biaya haji untuk orang yang hanya penghasilan sehari lima puluh ribu, hidup di kota besar seperti Jakarta, mungkin akan tidak mungkin tidak akan terpenuhi. Namun, Allah yang memenuhinya. Entah deng





n perantara orang lain ataupun dengan cara – cara yang hanya Allah yang tahu.


Dalam hal ini diperlukan keimanan dan keyakinan yang tinggi. Mau berniat haji, kalau masih setengah – setengah ya tak kunjung berangkat. Pada intinya adalah niatan hati seseorang untuk berangkat haji dengan diiringi ikhtiar nyata serta doa yang khusyu’. InsyaAllah, apapun halangan dan kesulitan yang dihadapi, Allah akan permudah itu. Allah yang mengundang umat manusia untuk berkumpul di satu tempat Makkah Al Mukaromah. Banyak cara Allah untuk memanggil setiap hamba-Nya ke sana. Termasuk melalui program bagi – bagi hadiah haji dan umrah dari ustadz – ustadz dalam setiap kajian yang diisinya. MasyaAllah, rezeki bagi para jamaah dalam kajian tersebut.


Sekali lagi, untuk bisa berangkat haji dan umrah, tanamkan pada diri bahwa setiap usaha kita untuk mengumpulkan biayanya pasti Allah kasih, Allah yang Bayar. Jangan putus asa untuk melakukannya, karena untuk memperoleh semua itu perlu kesabaran dan azam yang kuat. Namun, sudah bisa dipastikan jika berhasil berangkat, akan ada rasa yang tak bisa digantikan dengan materi dunia yang telah digunakan untuk berhaji.


Dari sini kita sebagai calon jamaah, mari bersungguh – sungguh untuk menjemput undangan Allah ini. Bisa jadi dengan kesungguhan untuk mengumpulkan biaya haji, Allah bayar tunai dengan rezeki lain yang bahkan lebih besar timbangannya. Allah permudah proses keberangkatannya dengan memberikan kesempatan kita berangkat menggunakan biro perjalananan haji dan umrah yang nyaman dan aman seperti Royal Indonesia. Biro ini bisa dikunjungi pada laman www.royalindonesia.id. Semoga Allah ijabah doa – doa kita semua. Aamiin.

Wallahu a’lam.