Chat Admin

Blog

informasi seputar wisata dalam negeri & mancanegara


Beberapa Fakta Menarik Yang Perlu Kamu Ketahui Mengenai Rumeli Hisari

SEPTEMBER 23, 2019 - ADMIN

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Rumeli Hisari, sebuah benteng kokoh di tepi selat Bosphorus bagian Eropa yang dibangun oleh Sultan Muhammad II (Muhammad Al-Fatih) yang masih kokoh berdiri hingga kini. Rumeli Hisari didirikan tepat di seberang Anadolu Hisari, benteng yang lebih dahulu dibangun oleh kakek Sultan Muhammad Al-Fatih, Sultan Bayazid I. Kedua benteng ini terletak pada celah tersempit selat Bosphorus. Kali ini, kita akan coba membahas beberapa fakta menarik mengenai Rumeli Hisari. Check it out!

1. Dibangun Sebelum Penaklukan Konstantinopel Rumeli Hisari selesai dibangun pada 1452, satu tahun sebelum penaklukkan Konstantinopel yang terkenal itu. Pembangunannya sendiri dimulai dari 1451 dan selesai hanya dalam 4 bulan. Inisiator pembangunan Rumeli Hisari adalah Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri. Adapun tujuan dibangunnya Rumeli Hisari adalah untuk memblokade bantuan militer maupun ekonomi dari arah utara yang menuju ke Konstantinopel. Sebuah strategi yang cerdik dari sang Sultan yang akhirnya menaklukkan Konstantinopel itu!

2. Berseberangan Dengan Benteng Lain Rumeli Hisari terletak berseberangan dengan benteng lain yang sudah ada terlebih dahulu, yaitu Anadolu Hisari. Anadolu Hisari dibangun oleh kakek Sultan Muhammad Al-Fatih, yakni Sultan Bayazid I. Bila Rumeli Hisari dibangun di sisi Eropa dari selat Bosphorus, maka Anadolu Hisari sudah terlebih dahulu dibangun di sisi Asia dari selat Bosphorus (Anatolia). Pengerjaan Anadolu Hisari adalah antara 1393 sampai 1394. Sultan Bayazid I membangun Anadolu Hisari di atas reruntuhan sebuah kuil Uranus. Tujuannya sama, persiapan Sultan Bayazid I sebelum upaya pengepungan Konstantinopel.

3. Rumeli Hisari Setelah Penaklukan Konstantinopel Setelah penaklukan Konstantinopel pada 1453, Rumeli Hisari kehilangan fungsi strategis militernya. Benteng itu hanya digunakan sebagai ‘custom check point’ sampai abad ke-17. Lalu, dialih-fungsikan sebagai penjara sampai abad ke-19. Baru pada abad ke-19, Rumeli Hisari dibuat ‘aktif’ kembali





engan didirikannya perumahan, masjid, pertokoan, dll di dalam benteng. Meskipun begitu, keadaan ini hanya bertahan sampai 1950an, di mana pada tahun itu perumahan tadi diruntuhkan. Mulai 1960, Rumeli Hisari difungsikan sebagai museum terbuka yang masih kokoh dan bisa kita kunjungi hingga hari ini.

4. Rumeli Hisari Bila Dilihat Dari Atas Bila dilihat dari atas, Rumeli Hisari berbentuk seperti nama Nabi Muhammad (SAW). Nama tersebut juga merupakan bagian dari nama sang Sultan yang membangunnya. Bila anda membuka google maps sekarang dan mengetikkan “Rumeli Hisari”, lalu mengganti tampilannya menjadi tampilan satelit, maka akan terlihat lafadz Muhammad pada Rumeli Hisari. Shollu ‘alan Nabi…

5. Nama Tiga Menara Besar Rumeli Hisari Rumeli Hisari terdiri dari 3 menara besar, 1 menara kecil, dan 13 menara yang lebih kecil lagi. Tiga menara besar yang ada pada Rumeli Hisari diberi nama berdasarkan nama dari ketiga wazir Sultan Muhammad Al-Fatih. Menara besar di sebelah pintu gerbang diberi nama Sadrazam Çandarl? Halil Pasha, menara sebelah selatan diberi nama Zagan Pasha, dan menara utara diberi-nama Sarica Pasha. Ketiga wazir tersebut adalah yang yang membangun ketiga menara besar tersebut.

6. Dibangun Pada Celah Tersempit Selat Bosphorus Selat Bosphorus merupakan selat sempit yang memisahkan Turki bagian Eropa dan Asia. Selat Bosphorus juga merupakan satu-satunya jalur air yang menghubungkan laut hitam dan laut Marmara, yang membuat selat ini menjadi sangat strategis. Tahukah anda, Rumeli Hisari dibangung berseberangan dengan Anadolu Hisari pada celah tersempit selat Bosphorus, yaitu celah dengan lebar kurang lebih 660 meter. Begitulah beberapa fakta menarik tentang Rumeli Hisari. Bagi anda yang berniat untuk berwisata sejarah ke Turki, pastikan Rumeli Hisari menjadi salah satu destinasi tujuan Anda ya.

Ikuti Paket Umroh Plus Turki atau The Herittage Of Ottoman Empire bersama Ust Felix Siauw